Asal-Usul Desa
Konon, menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh desa, asal mula Desa Mrawan berawal dari kisah dua saudara kandung pada zaman dahulu kala. Mereka adalah sepasang kakak beradik yang hidup di sebuah wilayah yang masih berupa hutan dan ladang-ladang liar. Sang kakak adalah seorang perempuan, sementara sang adik adalah laki-laki. Dikisahkan, sang kakak bernama Juk Demang.
Orang tua dari kedua saudara itu membagikan tanah kepada mereka berdua sebagai warisan. Bagian timur diberikan kepada sang adik laki-laki, sedangkan bagian barat diserahkan kepada sang kakak perempuan. Dalam perjalanan hidupnya, sang kakak tidak pernah menikah hingga akhir hayatnya. Karena itulah, wilayah barat tempat ia tinggal dikenal sebagai Pekarangan Si Paraben, yang dalam bahasa Madura berarti perawan.
Sementara itu, wilayah timur tempat tinggal sang adik disebut Karang Anom, berasal dari kata Si Anom yang berarti yang muda atau anak muda. Kedua wilayah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal pembentukan Desa Mrawan.
Seiring waktu, wilayah ini mulai dihuni oleh pendatang, terutama dari suku Madura. Kehidupan sosial dan budaya diwarnai oleh kebiasaan dan bahasa masyarakat Madura. Karena pengaruh bahasa dan dialek, sebutan "Paraben" lama-kelamaan berubah menjadi Maraben. Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan pengucapan dari generasi ke generasi, nama Maraben kemudian bertransformasi menjadi Mrawan, nama yang kita kenal hingga saat ini.
Masyarakat Desa Mrawan sejak dahulu hidup sederhana dengan mengandalkan sektor pertanian di lahan yang subur sebagai mata pencaharian utama. Selain itu, warga juga dikenal memiliki keterampilan dalam perdagangan hewan ternak, yang menjadikan pasar hewan sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Dengan segala cerita yang menyertainya, Desa Mrawan tumbuh menjadi desa yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, mewarisi kearifan lokal dari para leluhur yang hingga kini masih dijaga dan dihormati oleh generasi penerus.