Sosial Budaya

  1. Kependudukan

Berdasarkan Data Administrasi Pemerintah Desa, jumlah penduduk yang tercatat secara adminstras, jumlah total 2.276 jiwa. Dengan rincian penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 1.106 jiwa, sedangkan berjenis kelamin perempuan berjumlah 1.107 jiwa. Berkaitan dengan data jumlah penduduk dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini     :

Tabel 1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Desa Mrawan Tahun 2015

No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
1 Laki-laki 1.106 48,6
2 Perempuan 1.170 51,4
Jumlah 2.76 100%

Sumber : Buku Administrasi Desa Mrawan Kecamatan Tapen, Tahun 2015

Keadaan kependudukan di desa Mrawan dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan menitikberatkan pada klasifikasi usia dan jenis kelamin. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Mrawan berdasarkan usia dan jenis kelamin secara detail dapat dilihat dalam Tabel 2 berikut ini

Tabel 2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia Desa Mrawan Tahun 2015

Dari total jumlah penduduk Desa Mrawan, yang dapat dikategorikan kelompok rentan dari sisi kesehatan meningat usia, yaitu penduduk yang berusia >56 tahun. Jumlah yang paling banyak 15,82% adalah antara usia 65 sampai dengan 75, sementara jumlah penduduk usia produktif yaitu dari usia 19-49 tahun sejumlah 37,08%.

Dari usia >60 tahun tersebut jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki sebanyak 10,46% dan perempuan ada 11,20%. Sedangkan, pada usia 0-4 tahun, yang berjenis kelamin laki-laki 4,17% dan perempuan 4,22%. Penduduk usia produktif pada usia antara 19-59 tahun di Desa Mrawan jumlahnya cukup signifikan, yaitu 1.116 jiwa atau 49,03% dari total jumlah penduduk. Terdiri dari jenis kelamin laki-laki 48,6% , sedangkan perempuan 51,4%. Dari data tersebut diketahui bahwa sebenarnnya perempuan usia produktif di Desa Mrawan dapat menjadi tenaga produktif yang cukup signifikan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif diharapkan semakin memperkuat ekonomi masyarakat, sementara ini masih bertumpu kepada tenaga produktif dari pihak laki-laki.

  1. Mata pencaharian pokok

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Mrawan dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : Petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang. Peternak. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian pada Tabel 3

Berdasarkan tabulasi data tersebut diidentifikasi, di Desa Mrawan jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 6,22%. Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, ada 78,1% dari total jumlah penduduk.

Jumlah iini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 61,5% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 6,22% dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 16,6% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 6,22% dari total jumlah penduduk.

Terbanyak ketiga adalah karyawan swasta dengan 5,8% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 6,22% dari total jumlah penduduk. Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI,  pedagang, karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan, dan lain-lain.

 

Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Mrawan memiliki alternatif pekerjaan, selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi llahan pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Mrawan secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari alternatif pekerjaan lain.

  1. Kondisi kesehatan

Posyandu di Desa Mrawan berkembang dengan baik sebanyak 6 titik dan berjalan setiap bulan dengan melayani

  • Penimbangan bayi
  • Pemberian makanan tambahan dan Imunisasi
  • Penyuluhan kesehatan dasar
  • Pelayanan KB
    1. Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan dan tingkat perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat keterampilan. Tingkat keterampilan juga akan mendorong tumbuhnya keterampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru sehingga akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Di bawah ini tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Mrawan

 

Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Desa Mrawan Kebanyakan penduduk usia produktif hanya memiliki bekal pendidikan formal pada level pendidikan dasar 4% dan pendidikan menengah SLTP-SLTA sekitar 15%. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di Perguruan Tinggi hanya 2,5%. Dan terdapat 5 jiwa atau 0,1% tidak tamat SD.

  1. Kondisi kesehatan

Masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di polindes setiap hari kerja dari jam 07.30 s/d 17.00 dan apabila perlu rujukan akan dirujuk ke Puskesmas Tapen dengan difasilitasi oleh apartur desa.

NO Fasilitas Kesehatan Jarak
1 Polindes    1 km
2 Puskesmas    2 km
3 RSUD  14 km
4 Posyandu 500 m

 

Perkembangan posyandu dari tahun ke tahun berkembang dengan baik walaupun masih banyak kendala-kendala antara lain

  • Masih rendahnya pendapatan kader posyandu dikarenakan masih rendahnya APBD Desa
  • Masih tidak lengkap peralatan penunjang kesehatan khususnya untuk penimbangan dan pelayanan KB
    1. Kondisi ekonomi dan kemampuan fisikal desa
Kode Rekening Uraian Anggaran 2014 Anggaran 2015
1 Pendapatan
1 1 Pendapatan Asli Desa
1 1 0 1 Hasil Usaha Desa 1.500.000,-
1 1 0 2 Hasil Swadaya 1.000.000,-
1 1 0 3 Lain-lain pendapatan desa
1 2 Pendapatan Transfer
1 2 0 Dana Desa 285,152,951.75
1 2 0 Alokasi Dana Desa 302.980.000,00 427,986,268.00
1 2 0 Bantuan Kabupaten
Pelaksanaan Pilkades
1 3 Pendapatan lain-lain
1 3 0 1 Pendapatan desa yang sah 12.500.000,00 49,500,000.00
Total 315.480.000,00 765.139.219,75

 

  • Pemangku kepentingan

Para pemangku kepentingan (Stakeholders), yaitu pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengatasi permasalahan dan pihak yang akan terkena dampak hasil perencanaan pembangunan di desa, antara lain

  1. Pemerintah Desa, adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Desa
  2. Badan permusyawaratan Desa (BPD), adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah desa
  3. Lembaga kemasyarakatan atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai kebutuhan mitra pemeerintah desa dalam memberdayakan masyarakat, antara lain
    • LPMD (Lembaga Pembangunan Masyarakat Desa)
    • RT (Rukun Tetangga)
    • RW (Rukun Warga)
  4. Tokoh masyarakat adalah tokoh adat, tokoh agama, tokoh wanita, tokoh pemuda, dan pemuka-pemuka masyarakat lainnya
  5. Lembaga kemasyarakatan lain
    • PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)
    • Karang Taruna
    • Kelompok Tani
  6. SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) Kabupaten Bondowoso yang berkaitan langusng dengan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar